FANDOM


Kemilau Cinta Kamila atau biasa disingkat KCK adalah Sinetron dengan tempat ibu kota nasional dari kota membasis di Jakarta yang ditayangkan oleh Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) yang diproduksi oleh Sinemart Productions (Sinemart) pada tahun 2010 sampai 2011 pertama tayang mulai sejak tanggal Senin, 1 Maret 2010 dan episode terakhir tamat tanggal Selasa, 1 Maret 2011 berapa jumlah oleh 365 Episode. dengan lagu tema soundtrack yang diambil berjudul Mohon Ampun yang penyanyikan vokal oleh D'Masive. Sinetron ini dibintangi antara lain oleh Asmirandah, Jonas Rivanno, Mischa Chandrawinata, Tika Putri, Mieke Wijaya, Putri Anne, Cut Keke,Rico Tampatty, Nunu Datau, Adjie Pangestu, Debby Cynthia Dewi dan Raya Kohandi setiap hari pukul 18.00 WIB dan sekarang membintangi produk iklan televisi komersial adalah : Pionner (punya di Asmirandah dan Pharmaton Formula (punya di Asmirandah, Jonas Rivanno, Mischa Chandrawinata, Tika Putri dan Raya Kohandi).

Pemain

Plot

Kemilau Cinta Kamila

KAMILA (Asmirandah) adalah seorang gadis cantik, sederhana dan baik hati. Kamila hanya tinggal berdua dengan Ibunya, FARAH (Marini Zumarnis). Untuk membantu ibunya memenuhi kebutuhan hidup mereka, Kamila bekerja di sebuah café sebagai pelayan restoran. Farah sangat menyayangi Kamila dan berusaha menjadi ayah sekaligus ibu bagi Kamila. Farah sangat ketat untuk satu hal, yakni ia tidak mengijinkan Kamila berpacaran, kecuali bila Kamila lulus kuliah dengan gelar cumlaude.

Di tempat kerjanya Kamila bertemu dengan EDO PRAYOGA (Mischa Chandrawinata), seorang pria yang ganteng dan kaya raya. Mereka berdua akhirnya berpacaran tanpa sepengetahuan Farah. Hingga akhirnya Kamila hamil. Edo bimbang, ia belum sanggup untuk bertanggung jawab. Ibunya Edo, MARTHA (Debby C Dewi) malah menjanjikan Kamila sejumlah uang untuk menggugurkan kandungan. Kamila benar-benar hancur melihat perlakuan keduanya.

Suatu hari, Kamila menemani sahabatnya, LIVIA (Tika Putri) pergi bersama FADIL (Jonas Rivanno), pacar Livia. Fadil kemudian melamar Livia. Dengan berbunga-bunga, Livia memasangkan cincin yang baru diterimanya ke jari Kamila, dengan harapan agar Kamila juga akan segera dilamar oleh Edo. Kamila sangat sedih mendengarnya. Belum sempat cincin itu dikembalikan, ketiganya mengalami kecelakaan.

Dalam keadaan kritis, Fadil menyampaikan ke keluarganya untuk merestui hubungannya dengan kekasih hatinya. Belum selesai Fadil berbicara, ibu Fadil, AMBAR (Nunu Datau) tertegun melihat Kamila, wanita yang pernah ia lihat bersama Fadil dan juga mengenakan cincin yang sama dengan Fadil. Semua pun mengira kalau Kamila lah kekasih Fadil, begitu pun dengan Farah.

Keluarga Fadil tidak menyetujui hubungan Fadil dengan Kamila. Fadil yang kemudian mengetahui bahwa Livia telah tiada, kemudian mengakui bahwa bayi dalam kandungan Kamila adalah anaknya. Hal itu semata-mata Fadil lakukan menyelamatkan hatinya sendiri yang terluka karena kehilangan kekasihnya, juga untuk menyelamatkan Kamila dan bayinya yang telah ditolak oleh Edo. Ternyata Edo tidak bisa begitu saja melupakan Kamila, ia sangat cemburu melihat kedekatan Kamila dan Fadil. Edo pun kembali mendekati Kamila.

Edo tidak diperbolehkan keluar oleh ibunya. Tetapi, jika ia pergi keluar rumah ia tidak diperbolehkan kembali ke dalam rumah. Lalu, Eldo meminta agardilakukan tes DNA antara Fadhil dan Edo. Terbukti Edo yang sudah menghamili Karmila. Pernikahan pun dilaksanakan, namun gagal.

Fadil pun memboyong Kamila ke Jakarta untuk tinggal dengannya dan keluarganya. Hubungan mereka menghadapi berbagai kesulitan karena Ambar tidak menyetujui hubungan mereka dan Edo terus menerus mengejar Kamila. Merasa bahwa putrinya membutuhkannya, Farah pun pindah ke Jakarta. Di saat yang sama, sepupu Fadil, Indy, kembali dari Prancis setelah menyelesaikan kuliah fashion design. Tak dinyana, Farah bertemu kembali dengan Harris, pacarnya dahulu yang juga ayah kandung Kamila. Akhirnya diketahui bahwa hubungan Farah dan Harris dahulu tidak disetujui ibu Harris, Tini, yang merupakan bos Kamila di restoran tempat Kamila bekerja. Suatu kali, Farah mengalami kecelakaan. Pada awalnya ia merasa baik-baik saja, namun ternyata ia mengalami penyakit otak. Mengetahui ia tidak akan berumur panjang, ia meminta Kamila dan Fadil berfoto dalam pakaian pengantin. Sebelum ia meninggal, ia berniat memberitahu Kamila bahwa nama ayahnya adalah Harris, namun Farah mengembuskan napas terakhir sebelum menyampaikannya pada Kamila.

Belakangan, diketahui bahwa Fadil memiliki saudara kembar bernama Taufan yang telah pergi dari rumah selama lima tahun. Taufan menjalin cinta dengan Alena, anak angkat Harris yang merupakan seorang pengacara. Suatu kali, Alena secara kebetulan bertemu Ambar dan ia membuat Ambar terkesan atas kepintarannya sebagai pengacara. Ambar pun beranggapan bahwa Alena merupakan calon istri yang lebih tepat bagi Fadil dibandingkan Kamila dan berusaha mempertemukan Fadil dan Alena.

Melalui berbagai kejadian, Kamila pun akhirnya bertemu Taufan dan membujuk Taufan agar pulang. Ambar pun akhirnya mengetahui bahwa Alena adalah pacar Taufan. Akan tetapi, Taufan tidak datang di malam dimana ia berniat pulang. Ternyata, Taufan mengalami kecelakaan mobil dan setelah ia menyelamatkan diri, ia ditabrak Laras, perempuan pilihan Tini untuk Harris dan juga sahabat Farah. Laras pun merawat Taufan dan mendatangkan ahli medis terbaik untuk Taufan. Semua orang mengira Taufan telah meninggal, sebab di mobil yang mengalami kecelakaan (dan terbakar) hanya ada satu jenazah yang sudah hangus dan gelang emas pemberian Alena tergeletak di mobil itu dan berhasil selamat. Alena dan Ambar sama-sama depresi atas "kematian" Taufan.

Akhirnya, terungkaplah kebenaran bahwa Taufan masih hidup. Ambar dan Alena awalnya marah pada Laras karena menyembunyikan Taufan, namun akhirnya mereka saling memaafkan. Ambar bahkan merestui hubungan Fadil dan Kamila dan menyuruh Kamila tinggal bersama keluarga Fadil, keluarga Renaldi. Kamila menolak dan ia memilih tinggal bersama Laras yang akhirnya ia kenal dan ia anggap ibu sendiri. Edo terobsesi dengan Kamila meskipun Martha memaksa Edo menikah dengan Indy. Indy terus memprovokasi Ambar agar Ambar membenci Kamila.

Ternyata, kandungan Kamila bermasalah dan perkembangannya lambat. Fadil dan keluarganya memindahkan Kamila ke vila di puncak agar terhindar dari stres yang bisa membahayakannya dan janinnya. Taufan pun pindah ke sana agar bisa cepat pulih dari sakitnya pasca kecelakaan. Tini tidak menyetujui hubungan Taufan dan Alena dan meminta Alena berhenti berhubungan dengan Taufan. Taufan yang merasa ia sudah tidak pantas bagi Alena pun mengatakan ia tidak mencintai Alena lagi dan telah mencintai wanita lain yaitu Kamila. Alena pun mencoba bunuh diri dengan meminum obat penenang. Untungnya ia terselamatkan. Alena memberitahu Harris bahwa Taufan telah mencintai perempuan lain, Kamila. Harris yang awalnya menganggap Kamila sebagai putrinya sendiri pun marah dan pergi ke vila di puncak. Ia melihat Kamila sedang bersama Taufan dan ia salah sangka. Ia memarahi mereka berdua. Kamila pun ke Jakarta untuk menjelaskan yang sebenarnya bersama Taufan, namun mereka diusir dari rumah sakit oleh Harris dan Tini. Tini (yang sudah tahu bahwa Kamila adalah putri Harris namun merahasiakannya dari Harris) mengatakan bahwa ia tidak akan memberitahu Harris kenyataannya. Kamila kecewa dan sesampainya di vila, ia dan Taufan disambut keluarga Renaldi. Kamila pingsan dan setelah sadar, Fadil menjelaskan bahwa Ambar meminta mereka bertunangan. Fadil dan Tama, ayah Fadil (yang sudah tahu bahwa ayah dari bayi Kamila adalah Edo), beranggapan bahwa mereka tidak perlu melangsungkan pertunangan. Kamila mengatakan bahwa ia baru mau bertunangan setelah Ambar tahu bahwa ayah dari bayi Kamila adalah Edo.

Edo membuntuti Fadil yang sedang mengunjungi Kamila. Edo yang awalnya tidak tahu bahwa Kamila tinggal di puncak pun akhirnya tahu. Ia menculik Kamila dan membuat Taufan yang mencoba menghalanginya jatuh dari kursi roda (Taufan mengalami kecacatan setelah kecelakaan yang membuat ia merasa tidak pantas bagi Alena). Taufan pun segera menelepon Fadil dan keluarga Renaldi di Jakarta. Fadil dan Tama segera menuju vila di puncak, namun Fadil keluar dari mobil dan mencari Kamila dengan naik ojek.

Di dalam mobil Edo, Kamila menangis dan memaksa Edo untuk membawanya kembali ke vila. Edo mengatakan bahwa ia sedang mengamankan Kamila sebab keluarga Fadil dan Fadil itu jahat. Di tengah jalan, Kamila mengalami pendarahan dan Edo pun membawanya ke rumah sakit terdekat. Kamila dibawa ke IGD dan Edo memaksa untuk menemani Kamila. Kamila mengusir Edo dan meminta dokter menelepon Fadil. Fadil tiba di rumah sakit dan memaki Edo. Fadil lalu menemani Kamila selama persalinan darurat. Kamila melahirkan bayi laki-laki. Saat Fadil mengazankan bayi Kamila di ruangan bayi, Edo mengintip dan meminta maaf dalam hati pada bayi itu sebab ia telah menyebabkan si bayi lahir. Ia pun mengaku bahwa ia tidak pantas menjadi ayah si bayi.

Setelah melahirkan, Kamila sempat mengalami koma, dimana ia secara tidak sadar bertunangan dengan Fadil. Di saat ia koma, Edo ditangkap polisi berkat laporan dari Ambar. Edo menerima nasibnya sebab ia sadar ia salah, namun Martha tidak terima. Setelah Kamila sadar dari koma, ia memberitahu Ambar bahwa bayinya bukan anak Fadil. Ambar sebelumnya telah merobek surat tes DNA yang menyatakan bahwa bayi Kamila adalah anak Edo, dan Ambar mengatakan bahwa ia tidak peduli. Fadil pun menyatakan cintanya pada Kamila dan mereka pun bertunangan. Fadil sudah menganggap bayi Kamila seperti bayinya sendiri, dan mereka menamakan bayi itu "Kafa Arjuna Putra Renaldi".

Indy mengancam akan bunuh diri bila Ambar tidak mencabut tuntutannya pada Edo, sehingga Ambar terpaksa membebaskan Edo. Edo berkunjung ke rumah sakit dan bertemu dengan bayi Kamila. Awalnya ia berharap bayi itu bernama "Eka" yang berarti Edo dan Kamila, seperti di mimpinya. Ia agak kecewa mengetahui bayi itu bernama Kafa. Edo merasa memiliki ikatan batin dengan bayi itu dan rajin berkunjung untuk melihat Kafa. Kamila dan keluarga Renaldi khawatir, sehingga Ambar pun membawa pulang Kafa dengan inkubator dan seorang suster untuk menjaga Kafa. Edo tidak terima dan ia memaksa bertemu Kafa. Ia pun meminta melakukan tes DNA ulang.

Kamila menolak dan mengatakan bahwa Edo tidak akan pernah menjadi ayah dari Kafa dan Kafa bukanlah Eka. Ia pun mengatakan bahwa Edo sudah terlambat untuk mengakui Kafa sebagai anaknya dan Fadil-lah yang akan menjadi ayah dari Kafa. Edo sakit hati namun ia tetap bersikeras ingin melakukan tes DNA ulang. Kamila menolak dan mengatakan bahwa Edo tidak akan pernah menjadi ayah dari Kafa dan Kafa bukanlah Eka. Ia pun mengatakan bahwa Edo sudah terlambat untuk mengakui Kafa sebagai anaknya dan Fadil-lah yang akan menjadi ayah dari Kafa. Edo sakit hati namun ia tetap bersikeras ingin melakukan tes DNA ulang.

Menjelang hari pernikahan Kamila dan Fadil semuanya terbongkar akan jati diri Kaffa sebenarnya adalah anak Edo. Bu Ambar sempat marah dan meminta Fadil untuk tidak menikahi Kamila. Dalam keadaan genting Pak Haris ayah Kamila sakit terkena gagal ginjal dan menyebabkan itu harus menerima donor ginjal namun dari semua yang telah tes ginjal untuk Haris hanya Edo lah ginjalnya yang pas yaitu 65%. Dan Edo menawarkan ginjalnya pada Haris dengan imbalan Kamila dan Kaffa, namun semua itu tidak terjadi karna Taufan yang telah mendonorkankan ginjalnya untuk Haris. Taufan melakukan ini semua demi Fadil Dan Kamila agar bisa bersatu serta Alena orang yang sangat ia cinta, namun tak seorang pun yang tau akan hal ini hanya Haris, Laras dan Dr. Effendi (ayah Tiri Kamila)

Dengan berbagai macam cobaan dan rintangan akhirnya Kamila dan fadil pun menikah namun sebelum mereka menIkah Fadil dan Kamila mengalami kecelakaan mobil saat kabur dari rumah Eyangnya yang menyebabkan Fadil menderita Infertille yang menyebabkannya sulit untuk memiliki anak. Setelah menikah Fadil dan kamila tinggal di rumah Haris, hampir setiap hari Eyang Tini menyindir Fadil sebagai pria mandul namun karna cinta Kamila fadil pun bisa tegar menghadapinya.

Beberapa bulan setelah menikah Kamila tak kunjung hamil, berbagai macam pengobatan dilakukan mulai dari pengobata medis dan alternative pun dilakukan dan bukan hanya Fadil Kamila pun di paksa Bu Ambar untuk berobat. Berbagai macam obat kehamilan telah Kamila minum dan setiap harinya Bu Ambar menyuruh kamila untuk tes kehamilan tanpa sepengetahuan Fadil. Namun suatu hari fadil menemukan alat test kehamilan kamila dan fadil pun sedih dan marah-marah pada Bu Ambar karna ia tahu kalau hal itu pasti permintaan Bu Ambar Mamanya. Beberapa minggu kemudian Bu Ambar menyuruh Fadil dan Kamila untuk mengikuti program bayi tabung, akhirnya Fadil dan Kamila mengikuti itu namun untuk proses bayi tabung itu kamila harus menghentikan memberikan ASInya pada Kaffa anaknya namun Fadil meminta Kamila untuk tetap memberikan ASInya pada Kaffa walu Bu Ambar melarangnya.

Hanya beberapa hari embrio yang telah di pindahkan ke dalam kandungan kamila bertahan, akhirnya Kamila keguguran karna embrio yang di hasilkan tidak bagus. Bu Ambar marah besar pada Kamila dan Fadil dia merasa Kamila dan Fadil telah mengecewakannya. Fadil pun merasa bersalah pada Bu Ambar dan dirinya sendiri, Fadil stres dia tidak mau makan dan hanya duduk di teras rumah menangis. Kamila sebagi istri sedih melihat keadaan suaminya yang begitu, Kamila pun keluar untuk mengajak Fadil masuk namun Fadil tidak mau. Tak lama kemudian taufan menasehatinya dan mengatakan kalo bukan hanya dirinya yang sedih tapi Kamila dan semuanya juga sedih namun masih ada Kamila dan Kaffa yang membutuhkannya. Fadil pun mau di ajak Kamila masuk rumah, Fadil sholat dan berdoa semoga Bu Ambar bisa memaafkan mereka.

Beberapa bulan kemudian, saat Fadil bangun tidur ia meminta Kamila untuk di buatkan sup buah dan bilang kalo kepalanya pusing dan badannya sedikit mual. Kamila pun membuatkan sup buah untuk Fadil, saat Kamila membuatkan sup buah untuk Fadil nenek Suci datang dan bilang kalo Fadil itu ngidam namun Kamila belum percaya dan akhirnya nenek Suci menyuruh Kamila test ternyata hasilnya positif Kamila hamil. Dan kamila pun memberitahu Fadil dengan sengang Kamila dan Fadil memberitahu keluarga Reinaldy namun betapa sedihnya Kamila dan Fadil mengetahui hasilnya tidak seperti yang mereka lihat sebelumnya. Bu Ambar pun marah, namu nenek Suci menyuruh Kamila dan Fadil untuk priksa ke dokter akan kebenarannya ke dokter dan ternya Kamila benar hamil namun kondisi kandungannya lemah karna kondisi Fadil belum sehat betul.

Kemilau Cinta Kamila 2, Berkah Ramadhan

Kamila senang sekali akhirnya bisa mengandung anaknya Fadil. Karena sebelumnya Fadil dinyatakan infertile, Kamila pun diam-diam memeriksakan kondisinya ke rumah sakit bersama Nek Suci secara diam-diam.

Di rumah sakit, dokter mengatakan kalau Kamila benar-benar hamil, namun embrio di dalam rahimnya sangat lemah dan berpotensi mengalami keguguran dalam trimester pertama. Di satu sisi Kamila sangat senang akan berita kehamilannya, tetapi di sisi lain ia juga tidak berani mengatakan kondisinya pada Fadil dan keluarganya, karena takut mereka kecewa. Fadil mendapatkan tugas untuk seminar di Puncak untuk beberapa hari, karena Kamila sedang hamil dan takut kenapa-napa akhirnya Fadil memutuskan untuk pergi seminar sendiri tanpa Kamila dan Kaffa. Tiba-tiba, saat Kamila ingin menidurkan Kaffa badan Kaffa panas tinggi dan Kamila bingung dia takut kenapa-napa dengan Kaffa. Saat Fadil sedang mengerjakan tugas seminarnya tiba-tiba Fadil teringat pada Kaffa dan Kamila, Fadil pun langgung menelpon kamila, betapa terkejut Fadil saat Kamila bilang kalo badan Kaffa panas lagi. Tanpa pikir panjang Fadil langsung memutuskan untuk kembali ke Jakarta malam itu juga walau hari sudah sangat larut, saat di tengah jalan mobil Fadil tiba-tiba mogok dan dia keluar untuk mencari tumpangan namun karna hari sudah malam dan di jalan pun sepi akhirnya Fadil jalan kaki. Saat Fadil sedang jalan ada pengendara motor yang melintas, Fadil pun meminjam motornya tiba-tiba motor yang di kendarainya oleng dan menabrak pembatas jembatan Fadil pun tercebur dalam sungai.

Di keluarga Reinaldy, ada telpon ternya dari kantor polisi yang mengabarkan kalau Fadil mengalami kecelakaan saat ia ingin pulang. Malam itu juga pak Tama, Taufan dan Kamila langsung pergi untuk melihat, namun saat tiba di sana betapa sedihnya Kamila saat tahu kalau Fadil tercebur dalam sungai dan tidak di temukan oleh tim SAR. Kamila tidak bisa mempercayainya, akhirnya Kamila ikut mencari Fadil di sungai malam itu juga Pak Tama tidak bisa melarangnya akhirnya Taufan ikut mencebur untuk membantu Kamila karna hari sudah larut akhirnya pencarian di hentikan dan Kamila pingsan. Beberapa hari di lakukan pencaria Fadil tidak di temukan dan tim SAR mengatakan kalau Fadil telah meninggal namun Kamila dan Bu Ambar tidak mempercayainya apalagi mayat Fadil tidak ditemukan, tetapi Kamila pun tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya.

Pagi hari Kamila sedang di kamar mandi dan Kaffa menangis, Bu Ambar memanggil-manggil Kamila karan terburu-buru Kamila terjatuh. Saat Kamila keluar dari kamar mandi Bu Ambar melihat Kamila mangeluarkan darah, akhirnya Taufan membawa Kamila ke rumah sakit. Taufan terkejut saat mengetahui kalau Kamila hamil namun karna Kamila meminta Taufan untuk tidak member tahu keluarga Reinaldy. Taufan meminta Kamila untuk tetap tenang menjaga kehamilannya, karena itu adalah satu-satunya peninggalan Fadil. Dan Taufan menawarkan diri tuk mencari Fadil.

Sementara itu di suatu tempat, ternyata Fadil selamat namun dalam kondisi luka dan lemah. Saat Fadil jalan mencari bantuan ia bertmu seorang supir truk dan Fadil di bawa ke rumah orang tersebut untuk di obati. Dalam igaunya, Fadil menyebutkan nama "mila". Karna tidak ditemukan identitas satu pun dari Fadil orang tersebut bersama istrinya hanya bisa diam dan menunggu sampai Fadil sadar. Setelah sadar Fadil memberikan nomor telpon rumahnya dan orang tersebut mencoba menghubungi ke rumah Fadil namun namun karna gangguan komunikasi orang tersebut tidak sempat memberitahu alamat rumahnya pada Kamila.

Saat fadil belum di ketahui kebaradaanya Kaffa di ponis menderita Leukimia, Edo yang masih sangat mencintai Kamila cemburu terhadap kedekatan Kamila dengan Taufan setelah hilangnya Fadil. Edo membujuk Kamila untuk menikahinya. Kamila tentu saja menolak. Niat Edo tuk menikahi Kamila semakin menggebu setelah mengetahui kalau Kaffa divonis Leukimia. Dimana salah satu jalan untuk mengobatinya adalah Kamila dan Edo memiliki anak lagi, dan mendonorkan darah anak itu pada Kaffa. Mendengar ucapan dokter itu Kamila pun sangat shock. Namun Kamila bilang: aku gak bisa menikahi kamu, Edo! Aku gak bisa! Edo kesal dan bertanya apa alasannya: dan Kamila pun akhirnya mengakui di depan semua orang: AKU SEDANG HAMIL! AKU MENGANDUNG ANAK KAK FADIL! Seluruh anggota keluargapun sangat terkejut mendengarnya.

Ucapan Kamila tentu saja menimbulkan tanda tanya besar, karena bagaimana mungkin Kamila sedang mengandung sedangkan Fadil sudah meninggal. Dengan provokasi dari Indy dan Edo, seluruh anggota keluarga menyangka Kamila berselingkuh dengan pria lain padahal Fadil belum dinyatakan 40 hari meninggal. Ambar pun sangat berang dan mengusir Kamila dari rumah. Taufan yang mengetahui akan kehamilan Kamila tidak bisa menolong Kamila karna dirinya sedang mencari Fadil berdasarkan nomor telpon yang menelpon waktu itu. Saat taufan pulang dia kaget mengetahui kalau Kamila telah di usir oleh Bu Ambar dan Indy, Pak Tama juga marah pada Bu Ambar kerna telah mengusir Kamila dari rumah. Taufan memberitahu pada Bu Ambar, Pak Tama dan semuanya Kalau Kamila emang benar sedang mengandung anak Fadil dan Fadil pun telah mengetahui hal itu namun karna kandungannya yang lemah maka Fadil dan Kamila belum mangatakan pada keluarga Reinaldy.

Kamila pergi ke rumahnya dan Fadil namun karna Kamila merasa kurang aman akhirnya Kamila memutuskan untuk pergi sementara waktu ke rumah Bu Laras. Akhirnya Fadil sudah sadr dan dia meminta orang yang menolongnya untuk mengantarkannya pulang. Saat tiba di rumah Fadil pingsan lagi dan semua keluarga langsung membawa Fadil ke rumah sakit, Taufan masih berusaha mencari kebaradaan Kamila mulai dari rumah Kamila dan Fadil sampai rumah Eyang Tini namun Taufan tidak menemukan Kamila. Alena pun tidak tahu keberadaan Kamila, tidak sengaja Taufan membuntuti Bu Laras dan menurutnya pasti Kamila bersama Bu Laras karna hanya Bu Laras satu-satunya tempat Kamila bersembunyi.

Saat Fadil sadar dia mencari Kamila namun Bu Ambar mengatakan kalau Kamila telah meninggalkannya, namun karna Taufan tahu kalau Fadil sangat membutuhkan Kamila Taufan membawa Kamila menjenguk Fadil secara diam-diam tanpa sepengetahuan Bu Ambar namun akhirnya ketahuan juga.

Fadil telah sembuh namun Fadil sedih saat tahu kalau Kaffa mendererit Leukimia, Fadil dan Kamila tidak bisa membantu Kaffa begitu jiga dengan keluarga hanya Edo yang dapat menolong Kaffa. Akhirnya Edo mau menolong Kafa setelah Kamila dan Fadil memohon padanya, tapi dengan imbalan Kaffa harus tinggal dengan Edo selamanya demi kesembuhan Kaffa Kamila dan Fadil merelakan Kaffa di asuh oleh Edo. Karna rasa kengennya pada Kaffa Kamila sampai sakit dan itu berpengaruh pada kandungannya, apalagi selama Kaffa bersama Edo, Kamila dan Fadil sulit untuk bisa bersama Kaffa.

Saat Edo membawa kaffa pergi jala-jalan, mereka mengalami kecelakaan dan mengakibatkan Kaffa hilang dan Edo buta, sakitnya kamila bertambah saat tahu Kaffa hilang bahkan Kamila sampai depresi dan Kamila juga tidak peduli pada kandungannya. Dengan sabarnya Fadil mengurusi Kamila, sampai-sampai Kamila tidak sengaja mencakar wajah Fadil.

Akhirnya fadil dapat menemukan kaffa namun saat Fadil meminta Ana untuk mengantarkan akta kelahiran Kamila, Kamila memergoki Anan dan akhirnya Kamila yang mengantarkannya namun di tengah jalan Kamila mengalami pendarahan dan di bawa supir taksi untuk menemui fadil. Karna Fadil harus membawa Kamila kerumah sakit akhirnya niat Fadil untuk membawa Kafa kembali tidak terjadi. Bu marta dan Indy ingin mengembalikan bayi yang di adopsi untuk menggantikan Kaffa ke panti asuhan, di san mereka melihat Kaff akhirnya Kaffa di ambil oleh Bu Marta.

Di rumah sakit Kamila mengalami pendarahan dan keguguran lagi, tapi untung saja Kamila mengandung anak kembar jadi hanya satu embrio yang ke guguran walau sedih Kamila tetap bersyukur karna dia masih memiliki anak Fadil. Saat Fadil kembali ke panti asuhan untuk menjemput Kaffa, kafa telah di bawa Edo dan Bu Marta.

Untuk melupakan Kaffa Kamila menyibukkan diri dengan memperhatikan kandungannya dan mulai bekerja di perusahaan milik Pak Haris, Edo dan indy membawa kabur Kaffa ke Villa Edo di puncak. Saat fadil, Kamila dan Taufan ingin mengambil Kaffa dari tangan indy, Edo jatuh dan menghilang.

Hari pertama Ramadan keluarga Reinaldi dapat berkumpul kembali, walau Indy sedikit sedih karna Edo hilang dan tidak di temukan di hutan. Kamila mengalami masalah lagi soal kandungannya, di kandungan Kamila ada kista dan harus di angkat namun Kamila tidak ingin melakukannya karna dia tidak mau kehilangan ananknya dari Fadil.

Taufan di Fitnah Andara telah memperkosanya, dan akhirnya Taufan di penjara namun Alena berusaha untuk mengeluarkan Taufan dari penjara. Saat Taufan di penjara, Taufan sempat sakit dan Alena mengetahui ternyata ginjal Taufan hanya satu dan Taufan lah yang telah mendonorkan ginjalnya untuk pak Haris tapi Taufan meminta Alena untuk menyembunyikannya dari semua orang termasuk Fadil dan Kamila. Alena menderita kanker betah bening dan tak seorang pun mengetahuinya, saat Alena sedang cek up dia bertemu Fadil dan Kamila Yang sedang memeriksaan kandungan Kamila tidak sengaja obat Kamila dan Alena tertukar dan dari situ Fadil dan Kamila mengetahui akan penyakit Alena. Mereka memberitahu Taufan akan hal ini namun Alena tidak ingin Taufan mengasihaninya tapi Taufan tetap selalu ada untuk Alena.

Saat di taman Alena menulis 5 hal yang ingin dia lakukan sebelum ia meninggal dan salah satunya menikah dengn Taufan dan bertemu dengn orang tua kandungnya. Saat Alena ingin cek up alena bertemu dengan Edo yang sedang konsultasi soal tanda lahirnya yang dia buang. Alena pingsan namun Alena sempat merekam pembicaraan Edo tapi Edo menghapusnya, belum sempat mengatakan kebenarannya pada Kamila Alena drop lagi.

Taufan sedih mengetahui kalau Alena drop dan sebelum Taufan mewujudkan impian Alena yaitu menikahi Alena namun belum sempat Taufan menikahi Alena, Alena meninggal. Taufan sedih bahkan dia merasa tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.

Edo menyamar menjdi orang lain yaitu Andreas semua orang mempercayai kalau itu bukan Edo melainkan Andreas namun Kamila tidak percaya karna kebiasaan hanya kamila yang mengetahuinya. Karna hal itu Fadil sedikit cemburu pada Andreas namun Taufan menasehati Fadil dan mau membantu Fadil untuk mencari tahu kebenarannya. Karna Edo suka meneror Kamila akhirnya Fadil memutuskan untuk keluar dari rumah dan tinggal di rumahnya sendiri, bu Ambar melarangnya dan mengancam Fadil. Namun Fadil dan Kamila tetap pergi dan Fadil pun mengembalikan klinik yang selama ini menjadi mata pencariannya. Fadil bekerja sebagai dokter jaga di rumah sakit Bu Laras dan Kamila tetap bekerja di perusahaan Pak Haris. Fadil di pukul oleh orang bayaran Edo, saat Kamila ingin menjemput Fadil untuk pulang Kamila mengalami pendarahan lagi dan akhirnya Kamila harus merelakan anaknya.

Kebohongan Edo akhirnya terbongkar, dan Edo di usir oleh Bu Marta. Fadil menderita gagal ginjal dan Taufan tidak bisa menolongnya karna ginjalnya telah di berikan pad Pak Haris saat Bu Ambar mengetahui akan hal ini dia marah. Kamila ingin mendonordikan ginjalnya pada Fadil kecocokannya hanya 45%, akhirnya Edo mendorkan ginjalnya pada Fadil sebagi tanda maafnya telah merusak rumah tangga Fadil, awalnya Fadil tidak mau namun karna kondisinya yang semakin buruk akhirnya terjadi juga.

Beberapa bulan kemudian Fadil mendapatkan tugas praktek ke luar kota dari kampusnya, saat Fadil ingin pergi Kamila harus mengurus perusahaan Pak Haris yang sedang berbulan madu. Namun Eyang Tini menyuruh Kamila untuk ikut menemani Fadil. Beberapa hari kemudian Edo menyusul Fadil dan Kamila, karna tahu Edo menyusul Kamila Indy juga ikut menyusul. Kehadiran Indy dan Edo merusak semuanya mereka membuat Fadil dan Kamila di benci oleh warga kampong. Malam hari, Kaffa deman tinggi, sampai pagi. Taufan dan Bu Ambar datng menjemput Edo dan Indy, saat ingin pamit demam Kaffa kambuh lagi karna Kaffa tidak biasa dengan udara dingin. Akhirnya Kamila dan Kaffa ikut pulang Taufan ke Jakarta, setelah Kamila pulang Fadil mengalami masalah yaitu Pak Lurah meninggal terkena serangan jantung dan meninggal. Fadil di usir dari kampong atas kematian Pak Lurah, Fadil depresi dan ingin keluar dari kampusnya. Taufan dan Kamila mencari Fadil ternyata Fadil di klinik, ternyata Pak Lurah itu saudara Bu Laras dan Ibunya Bu Laras ingin memenjarakan Fadil.

Setelah semua masalah selesai akhirnya Bu Ambar dan Pak Tama mengajak semua keluarga Reinaldy liburan ke Villa mereka di puncak, saat liburan Edo datang dan bertengkar dengan Taufan dan Edo mendorong kereta bayi Kaffa sampai ke jalan raya untung saj Kamila cepat hingga Kaffa tidak kenapa-napa namun Kamila mengalami kelumpuhan sementara pada ke dua tangannya. Berbagai pengobatan Kamila jalani, Edo menawarkan Kamila untuk pengobatan alternatife.

Di tempat pengobatan alternative, pemilik pemandian air panas tempat Kmaila berobat ternyata milik Andara yang waktu itu memfitnah Taufan. Andara mengira Fadil adalah Taufan dan Andara sering memberikan bingkisan pad Fadil yang menyebabkan Kamila cemburu dan marah besar. Sampai-sampai Fadil harus meminta alamat Andara pada pegawainya, karna tidak di kasih Fadil dan Taufan menemui Edo untuk meminta nomor hp Andara. Akhirnya terungkap semua dan Kamila bisa memaafkan Fadil, di tengah kelumpuhannya Kamila hamil anak Fadil.

Kemilau Cinta Kamila 3, Makin Cinta

Saat berusaha menolong Kaffa yang hampir saja tertabrak mobil. Kamila jatuh sehingga mengalami benturan pada tulang belakangnya. Benturan itu menyebabkan Kamila mengalami kelumpuhan, yakni tidak bisa menggunakan kedua tangannya. Hal itu tentu saja menjadi pukulan yang sangat berat bagi Kamila. Karena dia tidak bisa mengurus anak dan suaminya.

Dalam kelumpuhannya itu, Kamila dibawa pergi ke sebuah tempat terapi air mineral panas. Disana Kamila berkenalan dengan sosok wanita yang cantik dan terpelajar bernama Andara. Kamila merasa cemburu pada Andara yang dilihatnya begitu akrab dengan Fadil.

Dibalik semua masalah yang menimpa, ternyata Allah tetap memberikan berkahNya untuk Kamila. Kamila pun kembali hamil, setelah berulang kali mengalami keguguran. Kehamilan yang benar-benar sehat. Hal ini menjadi amanah yang mengharukan buat Kamila dan Fadil. Demi bayi yang ada di dalam kandungannya, Kamila pun semakin termotivasi untuk sembuh. Ia bertekat menjalankan semua terapi yang terbaik. Tapi Ironisnya, semua terapi justru tidak bisa dilakukan karena Kamila sedang hamil. Terapi dengan berendam air mineral panas terpaksa dihentikan, karena suhu air bisa menghambat pertumbuhan janin. Obat-obatan juga tidak bisa dikonsumsi. Berobat ke luar negeri pun tidak bisa, karena wanita yang sedang hamil muda tidak diperbolehkan naik pesawat. Sehingga kehamilan Kamila ini bisa dibilang kehamilan Kamila ini menjadi penghambat untuk kesembuhan tangan Kamila.

Sementara itu, Indy yang baru saja mengalami pendarahan untuk ke-2 kalinya, diharuskan bedrest sampai hari kelahirannya. Selama bedrest itu, Indy tinggal di rumah Edo. Itu dilakukan untuk membangkitkan tanggung jawab Edo pada Indy.

Namun Edo tidak bisa focus merawat Indy, karena pikiran Edo masih sepenuhnya untuk Kaffa dan Kamila. Sehingga Edo, seringkali berbohong pada Indy. Edo mengatakan pergi ke kantor padahal dia datang menemui Kaffa dan bermain bersama Kaffa.

Namun suatu hari, rahasia Edo itu terbongkar. Indy yang sangat marah segera mendatangi Edo ke rumah Fadil dan Kamila. Indy melabrak Edo dan juga menyalahkan Kamila habis-habisan. Di mata Indy, Kamila-lah yang merayu Edo sehingga Edo selalu kembali pada Kamila. Indy pun menjambaki Kamila. Edo dan Fadil berusaha melerai Indy. Mereka berusaha melepaskan tangan Indy dari Kamila. Sentakan yang dilakukan oleh Edo terlampau kuat. Hal itu menyebabkan Indy terjatuh. Bokongnya membentur lantai dengan keras. Indy pun mengalami pendarahan lagi. Bahkan kali ini air ketubannya pecah. Semua panik mereka pun membawa Indy ke rumah sakit.

Karena ketubannya sudah pecah, mau tidak mau Indy harus melahirkan bayinya. Saat persalinannya, Indy sama sekali tidak mau didampingi oleh Edo. Sehingga Ambar lah yang menemaninya. Sepanjang persalinan, Indy terus menjerit, menyalahkan Kamila yang sudah merebut semua kebahagiaannya. Indy sangat membenci Kamila.

Sementara di luar ruangan bersalin, Kamila begitu diliputi rasa bersalah. Taufan dengan sangat emosional menyalahkan Kamila dan Fadil yang seakana-akan sengaja menggali lubang permasalahan dalam rumah tangga mereka sendiri. Hal ini pun membuat taufan semakin sinis pada Andara. Karena menurut Taufa, Andara bersekongkol dengan Edo, untuk memisahkan Fadil dan Kamila.

Bayi Indy telah lahir dan diberi nama INE. Edo pun didaulatkan untuk mengumandangkan Adzan di telinga si bayi.

Keesokan harinya, saat Indy sudah bisa dikunjungi, Edo, Kamila dan Fadil masuk ke ruangan Indy. Namun Indy mengusir mereka semua. Indy mengatakan kalau dia sudah tidak mencintai Edo lagi. Indy juga mengatakan kalau dia tidak mau peduli pada bayinya. Kamila berusaha memberikan pengertian pada Indy, kalau bayinya sama sekali tidak berdosa, namun Indy tetap tidak peduli. Indy bersumpah kalau dirinya tidak akan memberikan perhatiannya pada bayi itu. Indy pun berkata kalau dia tidak akan pernah memberikan setetes ASI pun untuk bayinya. Sumpah Indy, seakan bisa dirasakan oleh Ine. Di saat yang sama, Ine menangis sekencang-kencangnya.

Sikap Indy terhadap anaknya, membuat Kamila sedih dan merasa bersalah. Kamila merasa, karena dirinya, Indy jadi membenci anaknya. Apalagi semenjak itu, kondisi Ine terus menurun. Menurut dokter, bayi itu sangat peka. Dan Ine bisa merasakan kalau Indy, mamanya, tidak memiliki cinta untuk dirinya. Kamila merasa sedih. Dari balik kaca incubator Kamila menangis. Ia berjanji pada Ine, kalau dirinya akan memberikan kasih sayang ibu untuk Indy.

Suatu hari, saat Kamila sedang mengunjungi Ine di ruang incubator. Terjadi sebuah gempa kecil Gempa itu menyebabkan sebuah lampu ruangan jatuh, hendak menimpa incubator Ine. Kamila yang kebetulan ada disitu segera bergerak. Entah kekuatan darimana, Kamila mendorong kotak incubator dengan kedua tangannya, sehingga lampu yang jatuh itu tidak menimpa Ine. Setelah kejadian itu, Kamila jadi terkejut sendiri. Karena saat itu Kamila menyadari kalau tangannya sudah sembuh.

Kesembuhan Kamila ini menjadi sebuah perayaan dan bentuk rasa syukur yang besar bagi seluruh anggota keluarga. Semua ikut berbahagia untuk Kamila. Indy diam-diam menyaksikan kejadian itu. Indy semakin merasa tersingkir, karena Kamila sudah menjadi pahlawan dan disayang semua orang.

Ke depannya, Indy tetap bersikap masabodoh pada Ine. Indy pun dengan sengaja menggandeng pacar barunya ke rumah, yang bernama Arden. Dan Indy selalu berkata kalau dia tidak memiliki anak. Hal ini membuat kamila iba pada Ine. Apalagi Ine selalu menangis dan hanya bisa didiamkan, kalau Kamila datang. Sehingga mau tidak mau, Ambar dan Martha terpaksa meminta bantuan Kamila untuk membantu menjaga bayinya Indy. Sementara Kamila sendiripun tengah mengandung.

Sementara Edo dan Fadil semakin sering cek-cok, karena Edo seakan memanfaatkan kedekatan Kamila dengan Ine, untuk kembali masuk ke dalam hati Kamila. Sementara Fadil, dia akan tetap melindungi dan mencintai Kamila dengan setulus hati. Karna Fadil tak Bisa Hidup Tanpa Kamila. Fadil SAngat Cinta Mati sama KAmila

Kemilau Cinta Kamila 4, Cinta Tiada Akhir

Eyang Tini sudah menyetujui hubungan Kamila dan Fadil, sehingga Kamila dan Fadil dapat bersatu kembali. Mereka begitu bahagia bersama sambil menanti kelahiran bayi mereka. Wiwi ikut tinggal bersama dengan Kamila dan Fadil di rumah mereka. Sementara Taufan, harus memegang janjinya untuk tetap pergi ke luar negeri.

Pernikahan Indy dan Edo dilangsungkan. Namun Indy masih saja merasa tidak tenang. Ia selalu bersikap paranoid pada Kamila. Bahkan di saat-saat terakhir dia tetap berusaha menghalangi Kamila menghadiri pesta pernikahannya. Kamila berusaha meyakinkan Indy kalau dirinya tidak akan pernah merebut Edo dari Indy. Namun Indy masih saja cemburu berlebihan.

Saat Kaffa ulang tahun yang pertama, Edo begitu sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk Kaffa, padahal saat itu Cantik, anak Edo dan Indy sedang sakit. Sikap Edo yang begitu memperhatikan Kaffa ini menyulut amarah Indy. Indy pun datang melabrak Kamila. Indy sangat marah pada Kamila yang dianggapnya selalu menjadi pengganggu hubungannya dengan Edo. Indy menyerang Kamila dengan sangat marah. Indy juga membongkar kenyataan kalau Taufan pergi ke Amerika demi hubungan Kamila dan Fadil. Indy mengatakan kalau Kamila adalah biang dari semua masalah. Indy menyerang Kamila dengan membabi buta. Saat itu Laras datang membantu Kamila. Namun Indy menepiskan tangan Laras sehingga Laras terjatuh. Laras yang sedang hamil tua mengalami pendarahan.

Akibat pendarahan yang dideritanya, Laras kehilangan bayi yang dikandungnya. Apalagi karena Laras sudah tua, Laras divonis tidak bisa mengandung lagi. Laras sangat sedih. Kamila merasa sangat bersalah pada Laras. Kamila merasa sudah menghancurkan kebahagian papa dan mamanya. Padahal Laras dan Haris sudah menyiapkan kamar untuk bayi mereka.

Kamila juga sedih karena Taufan terpaksa pergi demi kebahagiaan Kamila dan Fadil. Kamila memohon pada Eyang Tini agar mengijinkan Taufan kembali ke Jakarta. Tini dengan berat hati meluluskan permintaan Kamila tersebut. Taufan kembali ke Jakarta.

Sementara Edo sangat marah pada Indy yang telah berbuat kasar pada Kamila dan Laras. Edo jadi mendiami Indy. Indy jadi sangat kesal dan semakin membenci Kamila.

Saat tiba hari Kamila mengalami persalinannya, seluruh keluarga berkumpul. Indy semakin benci dan iri pada Kamila. Anak Kamila lahir, seorang bayi perempuan yang cantik, bayi itu diberi nama Fadilla Putri Reinaldi. Indy dengan niat jahat, menukar bayi itu dengan bayi lain di kamar bersalin. Indy bermaksud memisahkan Kamila dari buah hatinya dengan Fadil. Indy tidak rela melihat Kamila berbahagia di atas penderitaannya.

Ternyata bayi Kamila ditukar dengan bayi seorang duda miskin bernama Allan. Istrinya meninggal dunia saat bersalin. Allan membenci bayinya, karena dianggapnya anak itu telah merengut istri yang sangat dicintainya pergi meninggalkan dirinya selamanya. Allan tidak tahu kalau bayinya sudah ditukar dengan bayi Kamila. Allan pergi membawa bayinya Kamila meninggalkan rumah sakit.

Allan yang begitu membenci bayinya jadi tidak acuh tak acuh terhadap bayi itu. Bayi Kamila menangis setiap malam. Dan tangisannya entah kenapa selalu membangunkan Kamila. Kamila merasa hatinya begitu sedih, begitu teriris, tanpa tahu apa penyebabnya.

Sementara Fadil begitu menyayangi putrinya, Kamila justru merasa ada yang aneh dengan bayinya. Kamila merasa bayinya itu bukan anaknya. Namun Kamila tidak mengucapkannya karena dia tidak mau menyakiti hati Fadil, juga mertuanya.

Sementara Tini yang sangat mengharapkan bisa mendapatkan cucu dari Haris, menyuruh Haris menikah lagi agar mendapatkan keturunan. Laras semakin sedih atas sikap Tini tersebut.

Indy dengan diam-diam terus mengawasi Allan. Indy senang melihat Allan tidak perduli pada bayinya Kamila. Sikap Indy yang aneh, memancing kecurigaan Edo. Namun Indy selalu berhasil berkelit.

Suatu hari, Kamila bertemu dengan Allan, yang kebetulan melamar kerja di restorannya. Allan sangat terkejut melihat Kamila. Ternyata Kamila dan Allan saling kenal. Allan adalah teman masa kecil Kamila saat Kamila duduk di bangku SMP. Allan adalah laki-laki yang selalu meminjamkan buku untuk Kamila (ada di scene awal KCK 1) Bahkan sebenarnya, Allan mencintai Kamila sejak mereka masih kecil. Namun karena ibunya Kamila selalu menghalangi Kamila dekat dengan pria, membuat Allan kian urung mendekati Kamila. Di pertemuan yang lain, Kamila berjumpa dengan Allan bersama bayinya. Entah kenapa, merasa sangat terikat dengan bayinya Allan. Begitu melihat bayi itu untuk pertama kali, Kamila langsung merasa begitu menyayanginya. Fadilla pun bisa mengenali ibunya. Dia sangat nurut bila digendong oleh Kamila. Bahkan Kamila dengan senang hati memberikan asinya untuk anaknya Allan.

Allan yang kehilangan istrinya merasa senang dengan kehadiran Kamila dalam hidupnya lagi. Ia merasa bisa menyembuhkan luka hatinya dengan bantuan Kamila, apalagi Kamila sangat menyayangi anaknya. Kedekatan Kamila dan Allan pun memancing kecemburuan Fadil. Apalagi Allan menantang Fadil untuk perang terbuka untuk mendapatkan cinta Kamila.

Sementara Ambar merasa kesal karena menurutnya, Kamila kurang memperhatikan Fadilla. Ambar menyuruh Kamila untuk berhenti menemui Allan dan bayinya. Kamila melakukannya demi keutuhan rumah tangganya dan Fadil. Namun hati kecilnya tidak bisa berbohong, betapa dia ingin selalu bertemu dengan anaknya Allan. Kamila sampai sakit karena memikirkan anak itu. Fadil tak mau Kamila kenapa2 hingga Fadil menyarankan Alan pergi jauh dari kehidupan Kamila. di samping itu Fadil merasa cemburu MElihat ke dekatan Allan dan Kamila.

Nantikan KEMILAU CINTA KAMILA PENUH HIDAYAH / HIDAYAH

Iklan TV

Referensi

Template:Sinetron-stub

Kategori:Sinetron Indonesia Kategori:Sinetron religius Kategori:Sinetron Sinemart

id:Kemilau Cinta Kamila ms:Kemilau Cinta Kamila

This article uses material from the Wikipedia article Kemilau Cinta Kamila, that was deleted or is being discussed for deletion, which is released under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 Unported License.
Author(s): Xqbot Search for "Kemilau Cinta Kamila" on Google
View Wikipedia's deletion log of "Kemilau Cinta Kamila"
Wikipedia-logo-v2

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.